Bisnis Waralaba Di Yogyakarta Lesu Karena Letusan Kelud

Bisnis franchise terutama usaha waralaba makanan di Yogyakarta mengalami kelesuan sejak terkena dampak abu vulkanik hasil letusan gunung Kelud yang terjadi pada hari Kamis 13 Pebruari 2014 lalu. Kelud yang berada sekitar ratusan kilometer dari Yogyakarta telah erupsi sekitar pukul 10.55 WIB dan menebarkan abu vulkanik sebesar ratu juta meter kubik tersebut tidak saja membuat sebuah bencana di daerah Kediri saja namun kota-kota lain juga terkena dampak letusan gunung berapi itu. Salah satu kota terdampak adalah Yogyakarta sebagai ibukota DIY yang dikenal dengan sebagai kota pelajar, daerah tujuan wisata yang menyajikan berbagai sajian makanan khasnya termasuk usaha waralaba yg telah menjamur di sana.

Dampak Letusan Kelud Tidak Saja Mempengaruhi Usaha Waralaba Makanan di Yogyakarta

Bisnis Waralaba Di Yogyakarta Lesu Karena Letusan Kelud
Dok. Antaranews.com
Kiriman abu vulkanik yang menyiram kota Yogyakarta dan kota lainnya seperti Solo, Malang, Surabaya, Semarang telah membuat masyarakat sedikit terganggu aktivitasnya. Abu letusan gunung Kelud yang mengandung unsur silika itu tidak saja berbahaya buat kesehatan namun juga membuat pemandangan menjadi kotor dan sempat menghambat arus penerbangan karena ditutupnya bandara di kota tersebut.

Letusan gunung Kelud telah mampu menyedot perhatian masyarakat di Indonesia pada umumnya sejak peristiwa erupsi gunung Sinabung beberapa bulan lalu. Indonesia yang kaya dengan gunung berapi memang dikenal sebagai negara subur di dunia namun jika gunung-gunung tersebut mengalami erupsi atau meletus maka dampaknya pun sangat merugikan penduduknya.

Yogyakarta yang meskipun terletak sangat jauh dari lokasi Kelud namun harus tetap menanggung kerugian besar akibat abu vulkanik Kelud yang terbawa angin dan sampai tiba di Jogja. Aktivitas perekonomian masyarakat Yogyakarta sedikit terganggu dalam beberapa hari setelah letusan itu. Hamengku Bowono sebagai pemangku jabatan eksekutif tertinggi di Yogya telah menetapkan tanggap darurat untuk kota itu dengan tujuan membersihkan abu Kelud agar kota Yogyakarta dan sekitarnya dapat kembali melakukan kegiatan ekonomi sehari-hari dengan normal seperti biasanya.

Semua anggota masyarakat yang merasakan dampak abu gunung Kelud memang merasa rugi, mereka tidak dapat bekerja, tak bisa berwirausaha, sekolah diliburkan dan terancam kesehatannya oleh sebab abu letusan itu memang berpotensi dapat merugikan kesehatan. Namun apa boleh buat, manusia tidak mungkin dapat melawan kekuatan alam dan rencana Tuhan, mau tidak mau harus menerima kenyataan seperti itu. Namun sebagai manusia, kita semua percaya bahwa di balik peristiwa gunung Kelud ini ada hikmahnya. Semoga saja dampak letusan itu secepatnya dapat diatasi dan semua orang bisa melakukan kegiatan rutinnya dengan normal kembali. Anak-anak kembali bersekolah, para pekerja bisa ke tempat kerjanya dengan nyaman, para wirausahawan dpt menjalankan usaha waralaba makanan di Yogyakarta, pendeknya semua bisa kembali menjalani kehidupannya secara normal seperti semula.