Mulai Bisnis Bermodal 500 Ribu Kini Omzetnya Capai 50 Juta/bulan

Ide bisnis modal 500 ribu. Pada awalnya Thyo Haryani tak akan pernah menyangka bahwa dari kegemaran memakai aksesoris, menjahit dan hobi travelling telah mampu memberikan pemasukan luar biasa baginya melalui sebuah usaha aksesoris yang awalnya dimodali dengan uang sebesar 500 ribu saja.

Ide bisnis modal 500 ribu - peluang usaha di rumah
foto: news.detik.com

Thyo Haryani adalah sosok seorang pebisnis sejati yang telah sukses melihat adanya sebuah peluang bisnis dan memanfaatkannya untuk dijadikan sebuah ide bisnis menguntungkan di masa depan. Ide bisnis modal 500 ribu itu muncul oleh sebab Thyo merasa sangat kesulitan untuk mencari aksesoris untuk melengkapi penampilannya dan lalu mencoba membuat sendiri aksesoris seperti gelang, kalung atau anting yang bagus menurut dirinya.

Setelah memakai hasil karyanya sendiri, ternyata ada respon positif dari teman-temannya yang ingin juga memiliki aksesoris seperti yang dikenakan oleh Thyo Haryani.

Cara Memulai Ide Bisnis Modal 500 Ribu Yang Dilakukan Thyo Haryani

Setelah mengetahui bahwa aksesoris buatannya sendiri disukai oleh teman-temannya maka mulailah Thyo memutar otak untuk memproduksi secara missal bermacam jenis aksesoris yang menurutnya memiliki nilai jual. Kegemarannya menjahit adalah salah satu modal utamanya karena sewaktu pertama kali memproduksi aksesoris maka mulai dari kegiatan mencari bahan baku, memproduksi sampai menjadi produk siap jual, dia melakukannya sendiri.

Keunikan produk buatannya adalah bahan yang digunakan sebagian besar terbuat dari kain. Selain harganya bisa murah, bahan kain sangat murah atau memiliki nilai eknomis cukup baik dan mudah mendapatkannya sehingga bisa menghasilkan keuntungan buatnya. Disamping itu untuk setiap jenis produk diproduksi dengan jumlah terbatas.

“Oleh karena unik, penggunaan aksesoris dari bahan kain bisa dipakai oleh siapa saja. Tidak semua orang dapat atau cocok mengenakan aksesoris yang terbuat dari emas, perak atau plastik,” ujar pebisnis aksesoris yang terlahir di propinsi Riau tersebut. Dari bahan-bahan kain itulah maka dia mulai berkarya dan membuat berbagai macam jenis aksesoris seperti kalung, bandana, tas, cincin, syal, ikat rambut dan lainnya telah dibuatnya.

Thyo tidak pernah merasa kehabisan ide untuk menciptakan desain-desain terbaru karena ide selalu muncul ketika dia mengadakan perjalanan atau traveling ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Untuk menjaga kualitas agar produksinya tidak dikatakan sebagai produk konveksian maka produknya diciptakan dalam jumlah terbatas sehingga bisa disebut “eksklusif“ walaupun harganya sangatlah terjangkau.

Desain unik, menarik dan harga terjangkau adalah beberapa keunggulan semua produk yang diproduksi dan dijual Thyo Hayani di oulet Thyo Pernik yang dibuka pertama kali di kota Bandung. Sekarang outlet tersebut sudah berkembang dan memiliki beberapa cabang di kota besar lain seperti Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Yogyakarta termasuk menyerbu pasar Jakarta.

Tentu saja dengan dibukanya beberapa cabang toko Thyo Pernik di kota lain selain Bandung maka akan lebih mendekatkan produknya kepada para pelanggannya yang sebagian besar adalah para remaja tersebut. Model pemasaran yang dilakukannya masih sama seperti sewaktu dia menjual produknya kepada masyarakat yaitu dengan mengikuti pameran-pameran yang diadakan di berbagai kota dan bahkan sampai ke negeri tetangga di Malaysia.

Dari bisnis yang awalnya bermodal hanya 500 ribu, bisnis Thyo Pernik telah berkembang menjadi sebuah bisnis yang sangat menguntungkan. Sebuah pelajaran menarik yang bisa ditarik dari tulisan ini adalah modal kecil bukanlah masalah besar jika ingin terjun menekuni sebuah bisnis. Modal adalah salah satu pelengkap saja.

Peluang, passion, daya kreasi, keunikan produk, harga terjangkau adalah unsur lain dalam menjalankan sebuah bisnis agar bisa bertahan dan berkembang menjadi besar kelak di kemudian hari seperti bisnis aksesoris Thyo Pernik yang telah berhasil menghasilkan keuntungan antara 50 sampai 100 juta per bulannya, silahkan bayangkan sendiri jika bisnis seperti itu adalah milik kita. Selamat berbisnis!